Free Donald Duck Walking ani Cursors at www.totallyfreecursors.com

Tingkat Suku Bunga dan Peran dalam Perekonomian

Tingkat Suku Bunga

Bunga:

                Harga yang harus dibayar oleh peminjam (debitur) kepada pihak yang meminjamkan (kreditur) untuk pemakaian sumber daya selama interval waktu tertentu.

          Jumlah pinjaman yang diberikan disebut principal
          Persentase dari pokok utang yang dibayarkan sebagai imbal jasa ( bunga ) dalam suatu periode tertentu disebut suku bunga

q  Real interest rate
                Suku bunga yang akan berlaku dalam perekonomian jika harga rata-rata barang dan jasa diperkirakan tetap konstan selama usia pinjaman

q  Risk free interest rate
                Suku bunga dimana peminjam tidak akan gagal memenuhi kewajiban apa pun

q  Short term interest rate
                Suku bunga dari pinjaman yang akan jatuh tempo dalam satu tahun

Peran Suku Bunga dalam Perekonomian

          Tingkat bunga menentukan jenis-jenis investasi yang akan memberi keuntungan kepada para pengusaha.

ü  Para pengusaha akan melaksanakan investasi yang mereka rencanakan hanya apabila tingkat pengembalian modal yang mereka peroleh melebihi tingkat bunga.

          Semakin rendah tingkat bunga semakin banyak investasi yang dilakukan para pengusaha

ü  Lebih banyak usaha yang mempunyai tingkat pengembalian modal yang lebih tinggi daripada tingkat suku bunga.

Klasifikasi Lembaga keuangan

Klasifikasi Lembaga Keuangan

  • Lembaga keuangan depositori
    • Menghimpun dana secara langsung dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa giro, tabungan  atau deposito berjangka
    • Bank-bank
  • Lembaga keuangan non depositori : Lembaga keuangan bukan bank
    • Lembaga keuangan kontraktual
ü  Menarik dana dari masyarakat dengan menawarkan kontrak untuk proteksi
ü  Asuransi, dana pensiun
    • Lembaga keuangan investasi
ü  Melakukan investasi di pasar uang dan pasar modal
ü  Perusahaan efek, reksadana
    • Lembaga keuangan lainnya
                Lembaga pembiayaan, modal ventura, anjak piutang 

sumber : http://amran-zamzami.blogspot.com/2011/11/klasifikasi-lembaga-keuangan-peran.html

Rumus-Rumus dalam Rasio keuangan

Berikut ini beberapa rumus dalam analisis rasio keuangan:


Current ratio = current assets / current liabilities
Quick ratio = (current assets – inventory0 / current liabilities
Cash ratio = cash / current liabilities
Interval measure = current assets / average daily operating costs
Total debt ratio = (total assets – total equity) / total assets
Debt-equity ratio = total debt / total equity
Equity multiplier = total assets / total equity
Long-term debt ratio = long-term debt / (long term debt + total equity)
Times interest earned ratio = EBIT / interest
Cash coverage ratio = (EBIT + depretiation) / interest
Inventory turn over = COGS / inventory
Days’ sales in inventory = 365 days / inventory turn over
Receivables turnover = sales / Account receivable
Days’ sales in receivables = 365 days / receivables turnover
NWC turn over = sales / NWC
Fixed asset turnover = sales / net fixed assets
Total assets turnover = sales / total assets

sumber : http://esarina.blogspot.com/2013/04/menghitung-rasio-likuiditas.html

Jenis dan Fungsi Pasar Modal

1. Pasar Perdana ( Primary Market )

Pasar Perdana adalah penawaran saham pertama kali dari emiten kepada para pemodal selama waktu yang ditetapkan oleh pihak penerbit (issuer) sebelum saham tersebut belum diperdagangkan di pasar sekunder. Biasanya dalam jangka waktu sekurang-kurangnya 6 hari kerja. Harga saham di pasar perdana ditetukan oleh penjamin emisi dan perusahaan yang go public berdasarkan analisis fundamental perusahaan yang bersangkutan.

Dalam pasar perdana, perusahaan akan memperoleh dana yang diperlukan. Perusahaan dapat menggunakan dana hasil emisi untuk mengembangkan dan memperluas barang modal untuk memproduksi barang dan jasa. Selain itu dapat juga digunakan untuk melunasi hutang dan memperbaiki struktur pemodalan usaha. Harga saham pasar perdana tetap, pihak yang berwenang adalah penjamin emisi dan pialang, tidak dikenakan komisi dengan pemesanan yang dilakukan melalui agen penjualan.

2. Pasar Sekunder ( Secondary Market )
Pasar sekunder adalah tempat terjadinya transaksi jual-beli saham diantara investorsetelah melewati masa penawaran saham di pasar perdana, dalam waktu selambat-lambatnya 90 hari setelah ijin emisi diberikan maka efek tersebut harus dicatatkan di bursa.

Dengan adanya pasar sekunder para investor dapat membeli dan menjual efek setiap saat. Sedangkan manfaat bagi perusahaan, pasar sekunder berguna sebagai tempat untuk menghimpun investor lembaga dan perseorangan.

Harga saham pasar sekunder berfluktuasi sesuai dengan ekspetasi pasar, pihak yang berwenang adalah pialang, adanya beban komisi untuk penjualan dan pembelian, pemesanannya dilakukan melalui anggota bursa, jangka waktunya tidak terbatas. Tempat terjadinya pasar sekunder di dua tempat, yaitu:

1.Bursa reguler
Bursa reguler adalah bursa efek resmi seperti Bursa Efek Jakarta (BEJ), dan Bursa Efek Surabaya (BES)

2.Bursa paralel
Bursa paralel atau over the counter adalah suatu sistem perdagangan efek yang terorganisir di luar bursa efek resmi, dengan bentuk pasar sekunder yang diatur dan diselenggarakan oleh Perserikatan Perdagangan Uang dan Efek-efek (PPUE), diawasi dan dibina oleh Bapepam. Over the counter karena pertemuan antara penjual dan pembeli tidak dilakukan di suatu tempat tertentu tetapi tersebar diantara kantor para broker atau dealer.



Fungsi Pasar Modal
 
Tempat bertemunya pihak yang memiliki dana lebih (lender) dengan pihak yang memerlukan dana jangka panjang tersebut (borrower). Pasar modal mempunyai dua fungsi yaitu ekonomi dan keuangan. Di dalam ekonomi, pasar modal menyediakan fasilitas untuk memindahkan dana dari lender ke borrower.
Dengan menginvestasikan dananya lender mengharapkan adanya imbalan atau return dari penyerahan dana tersebut. Sedangkan bagi borrower, adanya dana dari luar dapat digunakan untuk usaha pengembangan usahanya tanpa menunggu dana dari hasil operasi perusahaannya. Di dalam keuangan, dengan cara menyediakan dana yang diperlukan oleh borrower dan para lender tanpa harus terlibat langsung dalam kepemilikan aktiva riil


sumber : http://perpustakaancyber.blogspot.com/2013/05/pengertian-pasar-modal-bursa-efek.html

saham

Saham Biasa (common stock)
Saham Biasa adalah suatu sertifikat atau piagam yang memiliki fungsi sebagai bukti pemilikan suatu perusahaan dengan berbagai aspek-aspek penting bagi perusahaan. Pemilik saham akan mendapatkan hak untuk menerima sebagaian pendapatan tetap / deviden dari perusahaan serta kewajiban menanggung resiko kerugian yang diderita perusahaan. Saham biasa Mewakili klaim kepemilikan pada penghasilan dan aktiva yang dimiliki perusahaan
Orang yang memiliki saham suatu perusahaan memiliki hak untuk ambil bagian dalam mengelola perusahaan sesuai dengan hak suara yang dimilikinya berdasarkan besar kecil saham yang dipunyai. Semakin banyak prosentase saham yang dimiliki maka semakin besar hak suara yang dimiliki untuk mengontrol operasional perusahaan.
Pemegang saham biasa memiliki kewajiban yang terbatas. Artinya, jika perusahaan bangkrut, kerugian maksimum yang ditanggung oleh pemegang saham adalah sebesar investasi pada saham tersebut.
Saham Biasa Memiliki karakteristik Utama sebagai berikut:
§                   1.  Hak suara pemegang saham, dapat memillih dewan komisaris
§                  2.   Hak didahulukan, bila organisasi penerbit menerbitkan saham baru
§                  3.  Tanggung jawab terbatas, pada jumlah yang diberikan saja

Saham Preferen (Preferred Stock)
Saham preferen adalah saham yang pemiliknya akan memiliki hak lebih dibanding hak pemilik saham biasa. Pemegang saham preferen akan mendapat dividen lebih dulu dan juga memiliki hak suara lebih dibanding pemegang saham biasa seperti hak suara dalam pemilihan direksi sehingga jajaran manajemen akan berusahan sekuat tenaga untuk membayar ketepatan pembayaran dividen preferen agar tidak lengser.
Saham yang mempunyai karakteristik gabungan antara obligasi dan saham biasa, karena bisa menghasilkan pendapatan tetap (seperti bunga obligasi), tetapi juga bisa tidak mendatangkan hasil, seperti yang dikehendaki investor.
Persamaannya dengan obligasi adalah adanya klaim atas laba dan aktiva sebelumnya, devidennya tetap selama masa berlaku dari saham, dan memiliki hak tebus dan dapat dipertukarkan (convertible) dengan saham biasa.
Saham Preferen memiliki karakteristik sebagai berikut:
§       1.  Memiliki berbagai tingkat, yang dapat diterbitkan dengan karakteristik berbeda
§       2. Tagihan terhadap aktiva dan pendapatan, memiliki prioritas lebih tinggi dari saham biasa dalam hal      pembagian dividen
§       3. dividen kumulatif, bila belum dibayarkan dari periode sebelumnya maka dapat dibayarkan pada periode berjalan dan lebih dahulu dari saham biasa
§      4. Konvertibilitas, dapat ditukar menjadi saham biasa, bila kesepakatan antara pemegang saham dan organisasi penerbit terbentuk
s
SSumber : http://ilmuakuntansi.web.id/pengertian-saham-dan-jenis-saham/




Instrument Pasar Uang

Instrumen Pasar Uang

   1.       Interbank Call Money
Merupakan pinjaman antar bank yang terjadi dalam proses kliringdiberikan kepada bank-bank yang mengalami kekalahan kliring dan kekurangan likuiditas .Instrumen pinjaman dapat berupa promes .

Karakteristik :
     •          Besarnya pinjaman call money tidak boleh melebihi kalah kliring hari ini
     •          Harus segera dilunasi/dibayar apabila sudah ada tagihan atau panggilan dari pihak pemberi dana (kreditor)
     •          Jangka waktu: 1 – 7 hari
     •          Jika melebihi 7 hari maka berubah jadi pinjaman biasa
     •          Persyaratannya ringan dan jangka waktu relatif singkat
     •          Jaminan yang berikan adalah jaminan kepercayaan


    2.       Sertifikat Bank Indonesia
-          Merupakan surat berharga yang diterbitkan oleh Bank Sentral (Bank Indonesia)
-          Dilakukan atas unjuk (tanpa identitas) dengan nominal tertentu
-          Penerbitannya biasanya dikaitkan dengan kebijaksanaan pemerintah terhadap operasi pasar terbuka (open market operation) dalam masalah penanggulanan uang yang beredar
-          Tujuan investor membeli SBI adalah sebagai akibat kelebihan dana yang tidak disalurkan untuk sementara waktu, namun jika memerlukan dana kembali SBI dengan mudah dapat diperjualbelikan kepada Bank Indonesia atau pihak lainnya.

    3.       Sertifikat Deposito
-          Merupakan alternatif utama bagi pihak perbankan untuk memenuhi kebutuhan dana jangka pendeknya.
-          Diterbitkan atas unjuk (tanpa identitas) dengan nominal tertentu.
Jangka waktu bervariasi, sesuai dengan keinginan bank.
SERTIFIKAT DEPOSITO
DEPOSITO BERJANGKA
IDENTITAS
Atas unjuk (tanpa identitas)
Atas nama
DIPERJUALBELIKAN
Bisa
Tidak Bisa
NOMINAL
Sudah tercetak
Belum tercetak
BUNGA
Dapat ditarik di muka
Hanya dapat ditarik setelah jatuh tempo


    4.       Surat Berharga Pasar Uang
-          Merupakan surat berharga sebagai alat untuk melakukan operasi pasar terbuka guna menstabilkan nilai rupiah.
-          Bank/Lembaga Keuangan yang ingin memperoleh dana jangka pendek dapat menerbitkan SBPU untuk kemudian diperjualbelikan dengan Bank Indonesia atau pihak-pihak lainnya.
-          Dapat berupa wesel atau promes
-          Jangka waktu: 30 – 180 hari

    5.       Banker’s Acceptance
-          Merupakan wesel bank yang dicap “accepted
-          Terjadi dalam perdagangan  luar negeri (ekspor impor)/ transaksi penjualan-pembelian antar negara
-          Dapat diperjualbelikan di pasar uang sebagai sebagai salah satu sumber dana jangka pendek
-          Jangka waktu : 30 – 180 hari

Time Value Of Money

1. Pengertian

Dunia bisnis adalah aktivitas uang sebagai. Kapital akhir periode (K2) harus lebih besar dari pada kapital awal periode (K1), itu artinya bisnis memperoleh laba, atau dapat dikatakan bahwa K1 adalah nilai uang sekarang (present value) & K2 adalah nilai uang di masa mendatang (future value).

Jembatan yg menghubungkan K1 & K2 adalah tingkat bunga. Dengan demikian, time value of money berhubungan erat dengan perhitungan bunga, hasil investasi di masa mendatang, & nilai tunai hasil investasi. Ia menjadi alat penting dalam berbagai keputusan keuangan terutama dalam menilai :
1.       arus kas, pertumbuhan, & nilai perusahaan
2.       nilai akan datang (future value)
3.       periode ganda ( multiple periode)


2. Nilai Uang Masa Mendatang

Nilai uang di masa mendatang (future value) ditentukan oleh tingkat suku bunga tertentu yang berlaku di pasar keuangan. Misalnya suku bunga di pasar keuangan adalah 10% per tahun. Nilai uang masa mendatang dapat dihitung sbb pada table 2.1


Table 2.1
Perhitungan nilai uang masa mendatang berdasarkan
Tingkat bunga 10% per tahun
(Perhitungan dalam Rupiah)

Tahun
(1)
Jumlah nilai tunai
Pada awal tahun
(2)
Bunga yang diperoleh
(1) x (0.10)
(3)
Jumlah nilai masa mendatang pada akhir tahun
(1) x (1+ 0,10)
FVr,n
1
2
3
4
5
1.000,00
1.100,00
1.210,00
1.331,00
1.464,00
100,00
110,00
121,00
133,10
146,41
1.100,00
1.210,00
1.331,00
1.464,10
1.610,51

Keterangan : FV = Future Value (nilai masa mendatang); r = Tigkat bunga; n = tahun(periode waktu)






Table 2.2
Faktor Bunga untuk Nilai Masa Mendatang
Periode
(n)
FVIFr,n = (1 + r )n
0 %
5 %
10 %
15 %
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
1.0000
1.0000
1.0000
1.0000
1.0000
1.0000
1.0000
1.0000
1.0000
1.0000
1.0500
1.1025
1.1576
1.2155
1.2763
1.3401
1.4071
1.4775
1.5513
1.6289
1.1000
1.2100
1.3310
1.4641
1.6105
1.7716
1.9487
2.1436
2.3579
2.5937
1.1500
1.3225
1.5209
1.7490
1.0114
2.3131
2.6600
3.0590
3.5179
4.0456

Keterangan : FV = Future Value (nilai masa mendatang); r = Tigkat bunga; n = tahun(periode waktu)

Tingkat Bunga 5%
Rp 1 pada awal tahun akan menjadi Rp 1,0500 pada akhir tahun ke 1 dan menjadi Rp 1,6289 pada akhir tahun ke 10

Tingkat Bunga 10%
Rp 1 pada awal tahun akan menjadi Rp 1,1000 pada akhir tahun ke 1 dan menjadi Rp 2,5937 pada akhir tahun ke 10
Tingkat Bunga 15%
Rp 1 pada awal tahun akan menjadi Rp 1,1500 pada akhir tahun ke 1 dan menjadi Rp 4,0456 pada akhir tahun ke 10

Makin tinggi tingkat bunga, makin tinggi nilai uang dimasa mendatang. Oleh sebab itu, kaum pemilik uang (kaum Kapitalis) pola pikir dan perilakunya bertumpu pada tingkat suku bunga. Jika tingkat bunga tinggi, ia akan membungakan uangnya atau mendepositokan uangnya, dan jika suku bunga rendah, ia akan meminjam uang untuk aktivitas bisnis.


3. Nilai Sekarang (Present Value)

Nilai sekarang ialah nilai saat ini pada proyeksi uang kas masuk bersih (net cash flow) di masa mendatang. Uang kas masuk bersih di masa mendatang adalah proyeksi hasil investasi. Rumusnya yaitu :
1.       Laba bersih ( Earning After Tax) + (Penyusutan Aktiva Tetap) + [Bunga X (1-Tax)] atau disingkat EAT + Depreciation + Interest(1-T)
2.       Laba Oprasi (Earning before Interest & Tax Atau EBIT) X (1-Tax) + Penyusutan aktiva Tetap, atau disingkat EBIT (1-T) + Depreciation.
3.       Laba sebelum penyusutan,Bunga, dan pajak (atau Earning before depreciation, Interest, and Tax atau EBIT atau EBITDA) X (1-Tax) + ( Tax X Depreciation) atau disingkat EBIT atau EBITDA (1-T) + T(Dep.)1

Suatu investasi dapat diterima hanya jika investasi itu menghasilkan paling tidak sama dengan tingkat hasil investasi di pasar (atau Rm) yang jharus lebih besar dari pada tingkat bunga deposito (tingkat hasil tanpa resiko (atau Rf). Misalnya tingkat hasil pasar 20 %, itu lazim disebut “ Tingkat Diskonto” artinya alat untuk mengitung nilai tunai dari suatu hasil investasi di masa mendatang.

Misal, investasi pada awal tahun Rp 1000, pada akhir tahun nilainya harus sebesar Rp 1200 pada tingkat diskonto 20%. Inilah yang disebut nilai masa mendatang (future Value). Sebaliknya, jika di masa mendatang akan menerima Rp 1200 pada tingkat diskonto 20% maka nilai sekarangnya adalah sebesar Rp 1000.
Table 2.3
Nilai sekarang dari factor bunga

PVIFr,n =      1                    = {(1 / 1 + r)}n
                      (1 + r)n


 Periode    
    (n)
Rate
0%
5%
10%
15%
     1
     2
     3
     4
     5
     6
     7
     8
     9
    10
1,000
1,000
1,000
1,000
1,000
1,000
1,000
1,000
1,000
1,000
0,9524
0,9070
0,8638
0,8227
0,7835
0,7462
0,7107
0,6768
0,6446
0,6139
0,9091
0,8264
0,7513
0,6830
0,6209
0,5645
0,5132
0,4665
0,4241
0,3855
0,8696
0,7561
0,6575
0,5718
0,4972
0,4323
0,3759
0,3269
0,2843
0,2472

Keterangan tabel 2.3
1)       PVIF = Present Value of Interest Factor (Nilai Sekarang dari Faktor Bunga)
2)       Nilai uang masa mendatang (akhir tahun ke 1) = Rp 1, nilai tunainya pada awal tahun ke 1 = Rp 0,9524, sedangkan  nilai uang masa mendatang (akhir tahun ke 10) = Rp 1, nilai tunainya saat ini pada awal tahun ke 1 = Rp 0,6139, pada tingkat suku bunga 5% per tahun.
3)       Nilai uang masa mendatang (akhir tahun ke 1) = Rp 1, nilai tunainya pada awal tahun ke 1 = Rp 0,9091, sedangkan nilai uang masa mendatang (akhir tahun ke 10) = Rp 1, nilai tunainya saat ini pada awal tahun ke 1 = Rp 0,3855, pada tingkat suku bunga 10% per  tahun.
4)       Nilai uang masa mendatang (akhir tahun ke1) = Rp 1, nilai tunainya pada awal tahun ke 1 = Rp 0,8696, sedangkan nilai uang masa mendatang (akhir tahun ke 10) = Rp 1, nilai tunainya saat ini pada awal tahun ke 1 =Rp 0,2472, pada tingkat suku bunga 15% per tahun.
5)       Makin tinggi tingkat suku bunga, makin kecil nilai uang sekarang pada rencana penerimaan uang di masa depan.


4. ANUITAS

Anuitas adalah serangkaian pembayaran atau penerimaan uang dalam jumlah yang sama besarnya sepanjang periode tertentu. Pembayaran atau penerimaan dapat terjadi pada awal tahun atau pada akhir tahun.


4.1 Nilai yang Akan Datang dari Suatu Anuitas

Nilai yang Akan Datang dari Anuitas Biasa (Pembayaran atau penerimaan dilakukan pada akhir tahun).
Tabel 2.4
Nilai yang akan datang anuitas biasa, @ 10%

                                Terima/Bayar                Anuitas                        Nilai
    Tahun                        (Rp)                          @ 10%                        (Rp)
Awal tahun       
Akhir tahun 1                 1.000            a(1+r)2 = 1.000(1+0,10)n-1        1.210
Akhir tahun 2                 1.000            a(1+r)1 = 1.000(1+0,10)n-2        1.100
Akhir tahun 3                 1.000            a(1+r)0 = 1.000(1+0,10)n-3        1.000
Nilai yang Akan Datang Anuitas @ 10% atas Rp 1.000                      3.310

4.2 Nilai yang Akan Datang dari Jatuh Tempo Anuitas
Pembayaran atau penerimaan dilakukan pada awal tahun (Annuity Due)

Tabel 2.5
Nilai yang akan datang anuitas jatuh tempo, @ 10%

                                Terima/Bayar                Anuitas                        Nilai
   Tahun                        (Rp)                           @ 10%                        (Rp)         
Awal tahun                   1.000              a(1+r)3 = 1.000(1+0,10)n          1.331
Akhir tahun 1               1.000              a(1+r)2 = 1.000(1+0,10)n-1        1.210
Akhir tahun 2               1.000              a(1+r)1 = 1.000(1+0,10)n-2        1.100
Akhir tahun 3
Nilai yang Akan Datang Anuitas @ 10% atas Rp 1.000                      3.641

4.3 Nilai Sekarang dari Suatu Anuitas

Nilai Sekarang Anuitas Biasa @ 10%

Tabel 2.6
Nilai sekarang anuitas biasa, @ 10%

                              Terima/Bayar                  Anuitas                         Nilai
   Tahun                       (Rp)                            @ 10%                         (Rp) 
 Awal tahun                        0                     
Akhir tahun 1              1.000                         a[1/(1+r)]1                    909,09
Akhir tahun 2              1.000                         a[1/(1+r)]2                              826,45
Akhir tahun 3              1.000                         a[1/(1+r)]3                              751,31
Nilai Sekarang Anuitas @ 10%                                                      2.486,85


Tabel 2.7
Nilai sekarang anuitas jatuh tempo, @ 10%

                              Terima/Bayar               Anuitas                           Nilai
 Tahun                        (Rp)                         @ 10%                             (Rp)         
Awal tahun                 1.000                                    a                    1.000,00
Akhir tahun 1             1.000                       a[1/(1+r)]1                     909,09
Akhir tahun 2             1.000                       a[1/(1+r)]2                               826,45
Akhir tahun 3
Nilai Sekarang Anuitas @ 10%                                                    2.735,54


5.Arus Kas Masuk yangTidak Sama Jumlahnya

Pada umumnya arus kas suatu investasi tidak sama jumlah di masa mendatang. Hal itu disebabkan karena pengaruh pendapatan, beban, penyusutan, pajak, inflasi, dsb. Nilai tunai arus kas masuk yang tidak sama jumlah dapat disajikan berikut ini.

Tabel 2.8
Nilai Tunai Arus Kas Masuk yang Tidak Sama Besar, @10%
               
Periode
Arus Kas Masuk
(Rp)
PVIF 10 % n
Nilai Tunai Setiap
Arus Kas Masuk (Rp)
1
2
3
4
5
6
7

100
200
300
500
400
600
200
0,9091
0,8264
0,7513
0,6830
0,6209
0,5645
0,5132
90,91
165,28
225,39
341,50
248,36
338,70
102,64
1.512,72

Tabel 9
Skedul Amortisasi Pinjaman (Rp. 100 @ 12%) 3 Tahun
Diamortisasi secara Tahunan
(Perhitungan Dalam Rupiah )

Tahun



(1)
Pembayaran
(2)
Bunga
(0,12) x (4)]
(3)
Pembayaran
Pokok Pinjaman
(1) – (2)]
(4)
Sisa Saldo pada Akhir Tahun
0
1
2
3

-
41,64
41,64
41,64
124,92
-
12,00
8,45
4,47
24,90
-
29,64
33,19
37,17
100,00
100,00
70,36
37,17
= 0

Tabel 2.10
Amortisasi Bulanan Pinjaman Rumah ( Rp 100 @ 12%)
Selama 3 Tahun (360 Bulan)
(Perhitungan Dalam Rupiah)

1Bulan
Pembayaran
Bunga
(0,01) x (4)]
Pembayaran
Pokok Pinjaman
Sisa Saldo
pada Akhir Tahun
0
1
2
3
4
0
1
2
3
-
-
-
359
360

-
1.028,61
1.028,61
1.028,61
-
-
-
1.028,61
1.028,61
370.299,60
-
1.000,00
999,71
999,42
-
-
-
-
10,81
270.299,60
-
28,61
28,90
29,19
-
-
-
-
1.018,43
100.000,00
-
100.000,00
99.971,39
99.924,49
99.913,30
-
-
-
1.028,43
0
Sumber: Weston dan Copeland (1995:70), Edisi Bahasa Indonesia
Keterangan: 0,01 atau 1% = (12% / 12), atau bunga bulanan
Tabel 2.11
Perhitungan Bunga Majemuk 10% per Tahun
Dengan Pemajemukan Setengah – Tahun
(Perhitungan Dalam Rupiah)

Periode
Periode Jumlah
Awal (Po)
(1+r)
Jumlah Akhir (FVr,n)
1
2
1.000,00
1.050,00
1,05
1,05
1.050,00
1.102,50

Sumber: Weston dan Copeland (1995:72), Edisi Bahasa Indonesia
Keterangan: 0,5 = (10% / 2); FV = Future Value (Nilai masa mendatang); n = waktu atau periode

Tabel 2.12
Pemajemukan Ganda (Multiple Compounding) Selama Satu Tahun

Keterangan
Tingkat Bunga
Nilai
Tahunan       FVr,1
Setengah-tahunan
Kwartalan
Bulanan
Harian
Po(1+r)
Po[1+(r/2)]²
Po[1+(r/4)]
Po[1+(r/12)]
Po[1+(r/365)]
1.1200.(p=1)
1.1236.(p=2)
1.1255.(p=4)
1.1268.(p=12)
1.1275.(p=365)

Sumber: Weston dan Copeland (1995:73), Edisi Bahasa Indonesia
Keterangan: P = 2 artinya pangkat dua; Po artinya pengeluaran (investasi) pd awal tahun; r = suku bunga

- Copyright © Cakrawala Keuangan - Powered by Blogger - Designed by ALYN -